Begini analogi hari ini.
Masha sedang menuju ke sebuah rumah.
Dia belum pernah ke rumah itu. Tapi dia tahu bahwa ada suatu rumah di
suatu tempat, dimana rumah itu akan membuat dia aman, dan nyaman, tenang
selamanya.
Dia tahu pasti bahwa dia mau ke rumah tersebut, dan
tidak ada masalah sama sekali baginya, menuju kesana sendirian, atau
ditemani, dua-duanya oke saja tidak ada masalah. Sendirian tak masalah.
Ditemanipun tak masalah, asalkan teman perjalanannya itu memang mau ke
rumah itu.
Jadi, walaupun lewat hutan, semak belukar, panas terik,
hujan, Masha berusaha enjoy-enjoy saja menuju rumah tersebut, sambil
terus berdoa perjalanannya senantiasa dilindungi oleh PenciptaNya.
Suatu
ketika, ketika seperti biasa si Masha sedang jalan sambil bersenandung,
la la la la la, sambil lompat-lompat kecil, Bear datang mencegat,
menawarkan apakah ingin ditemani ke rumah itu? Mangga aja kalo mau
nemenin mah. Ini Masha lagi di Indonesia jadi bahasanya ala Indonesia.
Bear itu baik. Sabar. Tapi mungkin sebenarnya dia hanya menahan
kesabaran dengan tingkah Masha yang kadang menjengkelkan. Kadang
kekanak-kanakan. Xixixi, mungkin Bear juga tak tahan dijahili oleh
Masha. Jadilah Bear-nya kabur, dan Masha melanjutkan perjalanan
sendirian.
Ehem. Jalan-jalan sambil melihat dedaunan di pohonnya.
Sambil menikmati cahaya matahari. Seperti biasa. Berusaha senang dalam
perjalanannya.
Lalu, Masha dicegat lagi. Bear itu binatang buas
sebenarnya, tapi baik hati, hehehehe. Namun kali bukan Bear. Masih
binatang buas juga sih. Serigala berbulu putih. Wah, Masha sih seneng
banget, kan lucu, putih lagi bulunya. Lucu deh. Seneng sih kalau si
serigala mau menemani perjalanannya. Kan kalau ada bahaya, si serigala
bisa langsung sigap membela yang lemah (xixixixixixi). Tapi berhubung
baru bertemu di tengah jalan, Masha was-was juga sama si serigala ini.
Jangan-jangan di tengah perjalanan dia balik menerkam Masha, mau gigit
dan makan Masha. Mashapun berdoa, kalau dia memang membahayakan, buatlah
dia pergi sejauh-jauhnya. Lalu doa dikabulkan. Serigala tiba-tiba
meninggalkan Masha, entah mau cari apa. mmm, Masha hanya melihat
serigala pergi, ga pake gigit jari sih, cuman nahan nangis aja sampe
matanya berkantung.
Bagaimanapun perjalanannya harus dilanjutkan.
Tentu
dalam perjalannya, banyak sekali yang diperhatikannya. Banyak yang
menyita perhatiannya. Entah main bunga. Entah main air. Si Masha tetap
seneng-seneng saja tuh walaupun sendirian.
Ehem. Apakah ada lagi yang mau mencegat Masha?
Ada.
Kali ini prajurit berbaju zirah. (ehem, keren amat). Dia memperkenalkan
bahwa dia adalah seorang prajurit. Wah, ini sih, gimana ga merasa nyaman
yak ditemani prajurit. Tentu pedangnya bisa menyingkirkan
belukar-belukar yang berduri. Tentu walau malam tiba, Masha tidak merasa
seram di perjalanan. Pokoknya nyaman.
Ehem, ada tapinya. Tapi, prajurit itu terus bertanya pada Masha, mana ya baju zirahku?
Oow.
Ternyata Masha bertemu prajurit yang amnesia. Dia pakai baju zirah,
tapi dia merasa tidak pakai baju zirahnya. Masha sudah beritahu kepada
prajurit itu, bahwa prajurit itu sudah pakai baju zirahnya. mmm, mungkin
Masha tidak sukses meyakinkannya. Jadi, sang prajurit
amnesiapun sibuk dengan urusan baju zirahnya, lalu pergi, mungkin mau
mencari baju zirahnya itu.
Hmm. Lucu juga ya Sha.
Makanya
berdoa dong Sha, kalaupun ada yang nemenin perjalanannya, prajurit yang
siap sedia, baju zirahnya lengkap, pedangnya ada. aamiin.
Jadi bagaimana? Apakah ada lagi yang akan menghadang Masha. Menghadang? Duh, konotasinya negatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar