Rabu, 30 Juli 2014

Im OK

Begini analogi hari ini.

Masha sedang menuju ke sebuah rumah. Dia belum pernah ke rumah itu. Tapi dia tahu bahwa ada suatu rumah di suatu tempat, dimana rumah itu akan membuat dia aman, dan nyaman, tenang selamanya.

Dia tahu pasti bahwa dia mau ke rumah tersebut, dan tidak ada masalah sama sekali baginya, menuju kesana sendirian, atau ditemani, dua-duanya oke saja tidak ada masalah. Sendirian tak masalah. Ditemanipun tak masalah, asalkan teman perjalanannya itu memang mau ke rumah itu.
Jadi, walaupun lewat hutan, semak belukar, panas terik, hujan, Masha berusaha enjoy-enjoy saja menuju rumah tersebut, sambil terus berdoa perjalanannya senantiasa dilindungi oleh PenciptaNya.

Suatu ketika, ketika seperti biasa si Masha sedang jalan sambil bersenandung, la la la la la, sambil lompat-lompat kecil, Bear datang mencegat, menawarkan apakah ingin ditemani ke rumah itu? Mangga aja kalo mau nemenin mah. Ini Masha lagi di Indonesia jadi bahasanya ala Indonesia. Bear itu baik. Sabar. Tapi mungkin sebenarnya dia hanya menahan kesabaran dengan tingkah Masha yang kadang menjengkelkan. Kadang kekanak-kanakan. Xixixi, mungkin Bear juga tak tahan dijahili oleh Masha. Jadilah Bear-nya kabur, dan Masha melanjutkan perjalanan sendirian.
Ehem. Jalan-jalan sambil melihat dedaunan di pohonnya. Sambil menikmati cahaya matahari. Seperti biasa. Berusaha senang dalam perjalanannya.

Lalu, Masha dicegat lagi. Bear itu binatang buas sebenarnya, tapi baik hati, hehehehe. Namun kali bukan Bear. Masih binatang buas juga sih. Serigala berbulu putih. Wah, Masha sih seneng banget, kan lucu, putih lagi bulunya. Lucu deh. Seneng sih kalau si serigala mau menemani perjalanannya. Kan kalau ada bahaya, si serigala bisa langsung sigap membela yang lemah (xixixixixixi). Tapi berhubung baru bertemu di tengah jalan, Masha was-was juga sama si serigala ini. Jangan-jangan di tengah perjalanan dia balik menerkam Masha, mau gigit dan makan Masha. Mashapun berdoa, kalau dia memang membahayakan, buatlah dia pergi sejauh-jauhnya. Lalu doa dikabulkan. Serigala tiba-tiba meninggalkan Masha, entah mau cari apa. mmm, Masha hanya melihat serigala pergi, ga pake gigit jari sih, cuman nahan nangis aja sampe matanya berkantung.

Bagaimanapun perjalanannya harus dilanjutkan.

Tentu dalam perjalannya, banyak sekali yang diperhatikannya. Banyak yang menyita perhatiannya. Entah main bunga. Entah main air. Si Masha tetap seneng-seneng saja tuh walaupun sendirian.

Ehem. Apakah ada lagi yang mau mencegat Masha?
Ada. Kali ini prajurit berbaju zirah. (ehem, keren amat). Dia memperkenalkan bahwa dia adalah seorang prajurit. Wah, ini sih, gimana ga merasa nyaman yak ditemani prajurit. Tentu pedangnya bisa menyingkirkan belukar-belukar yang berduri. Tentu walau malam tiba, Masha tidak merasa seram di perjalanan. Pokoknya nyaman.

Ehem, ada tapinya. Tapi, prajurit itu terus bertanya pada Masha, mana ya baju zirahku?
Oow. Ternyata Masha bertemu prajurit yang amnesia. Dia pakai baju zirah, tapi dia merasa tidak pakai baju zirahnya. Masha sudah beritahu kepada prajurit itu, bahwa prajurit itu sudah pakai baju zirahnya. mmm, mungkin Masha tidak sukses meyakinkannya. Jadi, sang prajurit amnesiapun sibuk dengan urusan baju zirahnya, lalu pergi, mungkin mau mencari baju zirahnya itu.

Hmm. Lucu juga ya Sha.
Makanya berdoa dong Sha, kalaupun ada yang nemenin perjalanannya, prajurit yang siap sedia, baju zirahnya lengkap, pedangnya ada. aamiin.

Jadi bagaimana? Apakah ada lagi yang akan menghadang Masha. Menghadang? Duh, konotasinya negatif.